Rabu, 22 Mei 2013
Orang di katakan mati apabila
#@#
“Hey, when do you
think a person dies?
When a bullet from a
pistol pierces his
heart? No.
When he is attacked by an incurable
disease? No.
When he eats a soup
of deadly poisonness
mushrooms? No.
A man dies when people forget him.”
Bahagia itu
#@#
Jika harus memilih, maka jelas 'tertawa bahagia di atas sepeda tua' jauh lebih baik dibanding 'menangis senyap di atas mobil mewah'.
Jika harus memilih, tidak ada pilihan lain, selalu pilih sesuatu yang lebih melapangkan hati. Prinsip2 kebaikan. Pemahaman2 prinsipil. Apalah arti hidup ini? Sebentar sekali. Dan yang paling mengharukan adalah fakta semua pasti kita tinggalkan, bahkan anak sendiri, apalagi suami/istri, keluarga, teman, pasti akan kita tinggalkan.
Jika harus memilih, maka jelas 'tertawa bahagia di atas sepeda tua' jauh lebih baik dibanding 'menangis senyap di atas mobil mewah'.
Jika harus memilih, tidak ada pilihan lain, selalu pilih sesuatu yang lebih melapangkan hati. Prinsip2 kebaikan. Pemahaman2 prinsipil. Apalah arti hidup ini? Sebentar sekali. Dan yang paling mengharukan adalah fakta semua pasti kita tinggalkan, bahkan anak sendiri, apalagi suami/istri, keluarga, teman, pasti akan kita tinggalkan.
Kamis, 16 Mei 2013
persamaan antara mafia dan pacaran
*Kalian tahu persamaan antara mafia dan pacaran?
Kita sebut saja abang kita ini namanya abang Togar--saya minta maaf jika ada yg namanya Togar, ini hanya cerita. Abang Togar kita ini suka sekali mabuk-mabukkan, nongkrong di lapo pinggir jalan dekat pasar inpres. Alkisah, pada suatu hari Abang Togar pesan itu tuak dua botol. Di minum sama dia, tertawa-tawa, sudah siap mabuk, aduh, sialan kata Abang Togar, ternyata tuak itu palsu, bukannya mabuk, cuma kembung perutnya. Maka marahlah abang Togar, ngamuk2 di lapo itu, "Kurang ajar, siapa ini yg berani jual tuak palsu, dasar penipu, pengkhianat, tdk tahu malu. Saya sudah rajin minum di sini, setia sekali minum di sini, ternyata dikhianati. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."
Puuh, kita lupakan dulu Abang Togar--biarkan dia terus ngoceh, marah2, di depan lapo itu, ditonton sepasar inpres.
Tokoh kedua kita, sebut saja namanya Mas Joko--lagi2 saya minta maaf jika ada yang namanya Joko, ini hanya cerita. Mas Joko ini suka sekali membeli DVD bajakan. Wah, tak terbilang, film2 asing, film2 lokal, apalagi film dari novel tere liye, lebih semangat dia bajak, pergi dia ke sekitaran glodok Jakarta yg ngetop itu. Alkisah, pada suatu hari Mas Joko membeli 20 film, dibawa pulang, siap2 ditonton, ternyata DVD itu rusak semua, bukannya asyik nonton, malah jengkel marah2, melempar dvd player. Maka marahlah mas Joko, ngamuk2 di lapak penjual dvd bajakan, "Dasar kau pengkhianat, setiap minggu sy beli dvd di sini. Dasar tidak tahu malu, saya sudah setia beli sama kamu, ternyata kau penipu. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."
Aduh, sudahlah, kita tinggalkan dulu Mas Joko--biarkan dia ngamuk2 di lapak dvd bajakan, membuat ramai glodok, ditonton banyak orang.
Kita bergerak ke inti kenapa tulisan ini dibuat. Kita sebut saja namanya, eh, banyak ternyata, susah sy sebut satu2. Kita sebut saja Mr. X dan Miss Y. Wuih, Mr X dan Miss Y ini adalah orang2 yg pacaran. Lihatlah, banyak sekali yang pacaran, mesra benar di dunia maya, bilang I love U setiap hari, mengganti nama demi pasangannya, pasang foto paling romantis sedunia, sudah kayak menikah seratus tahun saja betapa mesranya orang2 ini. Alkisah, pada suatu hari Mr X dan Miss Y bertengkar, lantas putus, 'lo gue end', gamer over. Maka apa yang terjadi, hilang sudah semua kata mesra yang pernah ada, dinding facebook mereka sekarang dipenuhi dengan makian, "Dasar kau pengkhianat cinta, setiap hari gue perhatiin, ternyata penipu. Dasar tidak tahu malu, saya sudah setia mati2an, ternyata selingkuh. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."
Weleh, weleh, beda dengan Abang Togar yg ngoceh di depan lapo tuak sahaja, bikin ramai pasar, beda juga dengan Mas Joko yg cuma ngamuk di lapak dvd, bikin hangat suasana glodok, Mr X dan Miss Y ini ngoceh ke "seluruh dunia", bisa dilihat orang2 dari London, New York, hingga pelosok2 kampung--jika ada yg mau lihat sih. Seru sekali menontonnya.
Tapi, tapi oh tetapi ketiga hal ini, jelas ada samanya, jelas sekali ada benang merahnya, apa itu? yaitu: mereka ini sama2 protes/marah2 untuk hal yg sebenarnya aduh kita tahu sendirilah. Bersikukuh setia, loyal, menggunakan etika/standar, untuk hal yg sebenarnya tidak pada tempatnya.
Saya masih mending lihat etika di dunia mafia, saat salah-satu mafioso-nya memutuskan berkhianat, dia hanya tersenyum, mencabut pistol, "Ini semua hanya bisnis. Jangan dimasukkan ke hati." Begitulah, namanya juga mafioso, mau berkhianat, ya silahkan. Jangan diambil hati. Nah, namanya juga pacaran, mau berkhianat, ya silahkan. Tidak ada satupun hukum dunia dan akherat yg merestui mafia, sama dengan merestui pacaran.
Semoga paham. Nggak paham, ya kelewatan banget.
Kita sebut saja abang kita ini namanya abang Togar--saya minta maaf jika ada yg namanya Togar, ini hanya cerita. Abang Togar kita ini suka sekali mabuk-mabukkan, nongkrong di lapo pinggir jalan dekat pasar inpres. Alkisah, pada suatu hari Abang Togar pesan itu tuak dua botol. Di minum sama dia, tertawa-tawa, sudah siap mabuk, aduh, sialan kata Abang Togar, ternyata tuak itu palsu, bukannya mabuk, cuma kembung perutnya. Maka marahlah abang Togar, ngamuk2 di lapo itu, "Kurang ajar, siapa ini yg berani jual tuak palsu, dasar penipu, pengkhianat, tdk tahu malu. Saya sudah rajin minum di sini, setia sekali minum di sini, ternyata dikhianati. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."
Puuh, kita lupakan dulu Abang Togar--biarkan dia terus ngoceh, marah2, di depan lapo itu, ditonton sepasar inpres.
Tokoh kedua kita, sebut saja namanya Mas Joko--lagi2 saya minta maaf jika ada yang namanya Joko, ini hanya cerita. Mas Joko ini suka sekali membeli DVD bajakan. Wah, tak terbilang, film2 asing, film2 lokal, apalagi film dari novel tere liye, lebih semangat dia bajak, pergi dia ke sekitaran glodok Jakarta yg ngetop itu. Alkisah, pada suatu hari Mas Joko membeli 20 film, dibawa pulang, siap2 ditonton, ternyata DVD itu rusak semua, bukannya asyik nonton, malah jengkel marah2, melempar dvd player. Maka marahlah mas Joko, ngamuk2 di lapak penjual dvd bajakan, "Dasar kau pengkhianat, setiap minggu sy beli dvd di sini. Dasar tidak tahu malu, saya sudah setia beli sama kamu, ternyata kau penipu. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."
Aduh, sudahlah, kita tinggalkan dulu Mas Joko--biarkan dia ngamuk2 di lapak dvd bajakan, membuat ramai glodok, ditonton banyak orang.
Kita bergerak ke inti kenapa tulisan ini dibuat. Kita sebut saja namanya, eh, banyak ternyata, susah sy sebut satu2. Kita sebut saja Mr. X dan Miss Y. Wuih, Mr X dan Miss Y ini adalah orang2 yg pacaran. Lihatlah, banyak sekali yang pacaran, mesra benar di dunia maya, bilang I love U setiap hari, mengganti nama demi pasangannya, pasang foto paling romantis sedunia, sudah kayak menikah seratus tahun saja betapa mesranya orang2 ini. Alkisah, pada suatu hari Mr X dan Miss Y bertengkar, lantas putus, 'lo gue end', gamer over. Maka apa yang terjadi, hilang sudah semua kata mesra yang pernah ada, dinding facebook mereka sekarang dipenuhi dengan makian, "Dasar kau pengkhianat cinta, setiap hari gue perhatiin, ternyata penipu. Dasar tidak tahu malu, saya sudah setia mati2an, ternyata selingkuh. Dasar tidak berperasaan. Saya benci."
Weleh, weleh, beda dengan Abang Togar yg ngoceh di depan lapo tuak sahaja, bikin ramai pasar, beda juga dengan Mas Joko yg cuma ngamuk di lapak dvd, bikin hangat suasana glodok, Mr X dan Miss Y ini ngoceh ke "seluruh dunia", bisa dilihat orang2 dari London, New York, hingga pelosok2 kampung--jika ada yg mau lihat sih. Seru sekali menontonnya.
Tapi, tapi oh tetapi ketiga hal ini, jelas ada samanya, jelas sekali ada benang merahnya, apa itu? yaitu: mereka ini sama2 protes/marah2 untuk hal yg sebenarnya aduh kita tahu sendirilah. Bersikukuh setia, loyal, menggunakan etika/standar, untuk hal yg sebenarnya tidak pada tempatnya.
Saya masih mending lihat etika di dunia mafia, saat salah-satu mafioso-nya memutuskan berkhianat, dia hanya tersenyum, mencabut pistol, "Ini semua hanya bisnis. Jangan dimasukkan ke hati." Begitulah, namanya juga mafioso, mau berkhianat, ya silahkan. Jangan diambil hati. Nah, namanya juga pacaran, mau berkhianat, ya silahkan. Tidak ada satupun hukum dunia dan akherat yg merestui mafia, sama dengan merestui pacaran.
Semoga paham. Nggak paham, ya kelewatan banget.
Kamis, 03 Januari 2013
Efek Badai Matahari 2012-2013

Badai Matahari atau lebih dikenal dengan "Kiamat" 2012 yang cukup membuat heboh dunia, nyatanya sampai banyaknya film-film yang bertemakan sama yaitu kiamat 2012. Yang jelas tidak akan ada kiamat yang dapat diramalkan yang dapat diprediksi oleh manusia adalah beberapa kiamat kecil seperti bencana dll itupun tidak 100% tepat sekedar prediksi manusia. Ada penyataan bahwa puncak badai matahari yang melandasi issue tersebut akan terjadi tidak pada akhir 2012 tetapi pada pertengahan 2013.
Thomas Djamaluddin, peneliti utama astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, menilai pengaitan kiamat pada tahun tersebut dengan badai matahari tidaklah berdasar. Badai itu, kata dia, merupakan peristiwa biasa yang memiliki siklus sebelas tahun. Perulangan terjadi pada 2012-2013 nanti karena ada pergeseran siklus.
Bahkan, kata mantan Ketua Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung itu, ada kemungkinan saat puncak siklus nanti aktivitas matahari justru lebih rendah dibanding saat siklus sebelumnya. Thomas menyatakan badai matahari sebenarnya dapat terjadi kapan saja. Siklus sebelas tahun itu, kata dia, ditandai frekuensi kejadian yang meningkat tajam. Siklus ini diindikasikan dengan munculnya banyak bintik matahari, yang menandakan terjadinya pergolakan di permukaan benda langit itu.
Saat kondisi puncak terjadi, bukan berarti setiap hari terjadi ledakan di matahari. “Mungkin hanya 1 hari 1 kali, kemudian berselang 2-3 hari lagi baru terjadi,” kata alumnus Universitas Kyoto, Jepang, itu pada Rabu dua pekan lalu. Perlu diingat, kata Thomas, bila frekuensi kejadian ini lebih banyak, bukan berarti intensitas ledakannya juga paling tinggi. Sering, kata dia, intensitas ledakan atau badai matahari itu terjadi justru setelah puncak kejadiannya terlampaui.
Siklus badai matahari itu oleh para astronom diberi nomor untuk memudahkan pengenalan. Siklus yang akan terjadi pada 2012-2013, misalnya, diberi nomor 24. Pada saat itu, kata Thomas, belum tentu intensitas ledakan paling kuatnya terjadi pada tahun itu juga, tapi bisa jadi sebelum atau sesudah puncak siklus tersebut.
Thomas mencontohkan siklus 23 puncak badai matahari yang terjadi pada tahun 2000. Ledakan terbesarnya justru terjadi tiga tahun kemudian. Pada rentang Oktober-November 2003 memang terjadi badai matahari yang sangat kuat, yang menyebabkan komunikasi sejumlah satelit terganggu.
Menurut Thomas, badai matahari itu baru menjadi persoalan jika ledakannya mengarah ke bumi. Saat itu, kata dia, bukan hanya satelit yang mengangkasa di orbit bumi yang terganggu. Bumi pun mengalaminya.
Thomas Djamaluddin, peneliti utama astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, menilai pengaitan kiamat pada tahun tersebut dengan badai matahari tidaklah berdasar. Badai itu, kata dia, merupakan peristiwa biasa yang memiliki siklus sebelas tahun. Perulangan terjadi pada 2012-2013 nanti karena ada pergeseran siklus.
“Bergesernya ke semester pertama 2013,” kata Dhani Herdiwijaya, ahli matahari dari Institut Teknologi Bandung, Selasa pekan lalu. Dhani mengutip perkiraan siklus badai matahari yang dilansir National Oceanic and Atmospheric Administration, lembaga pemantau cuaca milik pemerintah Amerika Serikat, pada Mei tahun lalu. Lembaga ini menyatakan siklus itu akan mencapai puncaknya pada Mei 2013.
Bahkan, kata mantan Ketua Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung itu, ada kemungkinan saat puncak siklus nanti aktivitas matahari justru lebih rendah dibanding saat siklus sebelumnya. Thomas menyatakan badai matahari sebenarnya dapat terjadi kapan saja. Siklus sebelas tahun itu, kata dia, ditandai frekuensi kejadian yang meningkat tajam. Siklus ini diindikasikan dengan munculnya banyak bintik matahari, yang menandakan terjadinya pergolakan di permukaan benda langit itu.

Siklus badai matahari itu oleh para astronom diberi nomor untuk memudahkan pengenalan. Siklus yang akan terjadi pada 2012-2013, misalnya, diberi nomor 24. Pada saat itu, kata Thomas, belum tentu intensitas ledakan paling kuatnya terjadi pada tahun itu juga, tapi bisa jadi sebelum atau sesudah puncak siklus tersebut.
Thomas mencontohkan siklus 23 puncak badai matahari yang terjadi pada tahun 2000. Ledakan terbesarnya justru terjadi tiga tahun kemudian. Pada rentang Oktober-November 2003 memang terjadi badai matahari yang sangat kuat, yang menyebabkan komunikasi sejumlah satelit terganggu.
Menurut Thomas, badai matahari itu baru menjadi persoalan jika ledakannya mengarah ke bumi. Saat itu, kata dia, bukan hanya satelit yang mengangkasa di orbit bumi yang terganggu. Bumi pun mengalaminya.

Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer. Insiden itu pernah dilaporkan pada saat siklus 22 pada 1989. Kala itu transformator (trafo) pembangkit listrik di Quebec, Kanada, terbakar dan sesaat kemudian listrik yang memasok kebutuhan 6 juta penduduk di sana padam selama 9 jam.
Partikel matahari itu, kata Thomas, menyebabkan induksi pada trafo. Induksi, atau peningkatan muatan listrik tiba-tiba, membakar trafo secara masif sehingga jaringan listrik mati total. Menurut Thomas, sejauh ini, belum ada laporan pengaruh badai itu pada peralatan elektronik selain trafo listrik.
Thomas menjelaskan penyusupan partikel matahari itu paling banter hanya mampu memasuki wilayah bumi yang berada di lintang tinggi, di atas 60 derajat. Pada kondisi ekstrem, trafo listrik di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia bakal terancam langsung oleh induksi akibat partikel itu.
Pengaruh langsung itu bahkan belum pernah dilaporkan terjadi di wilayah lintang menengah. Indonesia, yang berada di jalur ekuator, hanya akan mengalami akibat tidak langsungnya. Kalaupun ada, itu terjadi pada satelit milik Indonesia. “Itu pun kalau operator satelit kita tidak mengantisipasinya,” kata Thomas.
Ledakan matahari kini sudah menjadi perhatian dunia. Sejumlah satelit telah diluncurkan khusus untuk mengamati ledakan ini. Informasi ledakan juga disebar secara terbuka di Internet, sehingga operator satelit, misalnya, dapat segera mengendalikan satelitnya pada posisi stand-by, kondisi minimum untuk menekan dampak badai.
Chatief Kunjaya, asisten profesor di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung, membenarkan bahwa catatan mengenai gangguan akibat badai matahari ini sebatas pada gangguan sistem satelit hingga padamnya listrik. “Selama ini, tidak pernah menimbulkan bahaya langsung di kehidupan manusia,” katanya.
Gangguan komunikasi, kata Chatief, ada kemungkinan bakal mendominasi efek badai matahari. “Gangguan yang dulu tidak terlalu kentara itu kini bakal terasa seiring dengan meningkatnya penggunaan telepon yang mengandalkan jaringan satelit,” katanya.
Selain siklus sebelas tahun, ada siklus 100 tahunan atau siklus Gleisberg, salah satu siklus panjang dari aktivitas matahari. Siklus ini menandai terjadinya penurunan aktivitas matahari sampai kondisi minimumnya. “Saat siklus minimum itu berlangsung, terjadilah pendinginan global,” ujar Dhani.
Dengan minimnya aktivitas matahari, kata Dhani, secara teoretis pancaran energinya yang diterima bumi juga menurun sehingga memicu pendinginan global, dan bumi mengalami “zaman es kecil”. Bumi pernah mengalaminya pada awal 1800-an. Saat itu, Sungai Thames di Inggris membeku.
Dhani mengatakan kemungkinan puncak siklus yang rendah ini membawa bumi kembali ke awal abad ke-19, saat aktivitas matahari rendah. “Apakah nanti pada siklus 25 aktivitas matahari akan lebih turun lagi, itu kita belum tahu. Kalau turun, berarti kita masuk ke pendinginan global lagi,” katanya.
Kondisi ini akan mendera daerah-daerah yang berada di lintang tinggi. Daerah yang berada di ekuator seperti Indonesia akan terpengaruh akibat ketidakseimbangan temperatur di belahan bumi utara dan selatan. “Walaupun tidak separah mereka,” kata Dhani
Sejumlah peneliti antariksa di dunia memprediksi puncak badai matahari akan terjadi pada pertengahan tahun 2013. Indikasi tersebut berdasar pada aktivitas matahari yang saat ini terus meningkat. Aktivitas matahari ini berupa medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.
"Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan," ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di sela-sela sosialisasi fenomena cuaca antariksa 2012-2015 di Denpasar, Bali.
Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. "Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja," tegas Clara Yono.
Sistem teknologi yang terpengaruh, misalnya, rusaknya satelit sehingga mengganggu jaringan komunikasi. Dampak lainnya dari badai matahari ini juga dapat mengganggu medan magnet bumi. Seperti tahun 1989 saat badai matahari menyerang Kanada, jelas Clara, terjadi pemadaman listrik karena trafo di pusat jaringan listrik terbakar akibat arus yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Badai matahari ini dapat diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan, seperti mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari.
"Masyarakat jangan terpengaruh dengan film 2012 karena itu sains palsu," pesan Clara Yono. Lapan kini gencar melakukan sosialisasi soal fenomena cuaca antariksa 2012-2015 kepada masyarakat untuk meluruskan cerita-cerita miring terkait kiamat yang tidak jelas dasarnya.Isu kiamat tahun 2012 seperti yang digambarkan dalam film 2012 memang selama ini terus dikaitkan dengan sejumlah fenomena alam yang akan terjadi di bumi, di antaranya badai matahari ini.
sumber : tempointeraktif, kompas.com
sumber gambar : pakarfisika.wordpress.com, science.nasa.gov
Partikel matahari itu, kata Thomas, menyebabkan induksi pada trafo. Induksi, atau peningkatan muatan listrik tiba-tiba, membakar trafo secara masif sehingga jaringan listrik mati total. Menurut Thomas, sejauh ini, belum ada laporan pengaruh badai itu pada peralatan elektronik selain trafo listrik.
Thomas menjelaskan penyusupan partikel matahari itu paling banter hanya mampu memasuki wilayah bumi yang berada di lintang tinggi, di atas 60 derajat. Pada kondisi ekstrem, trafo listrik di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia bakal terancam langsung oleh induksi akibat partikel itu.
Ledakan matahari kini sudah menjadi perhatian dunia. Sejumlah satelit telah diluncurkan khusus untuk mengamati ledakan ini. Informasi ledakan juga disebar secara terbuka di Internet, sehingga operator satelit, misalnya, dapat segera mengendalikan satelitnya pada posisi stand-by, kondisi minimum untuk menekan dampak badai.
Chatief Kunjaya, asisten profesor di Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung, membenarkan bahwa catatan mengenai gangguan akibat badai matahari ini sebatas pada gangguan sistem satelit hingga padamnya listrik. “Selama ini, tidak pernah menimbulkan bahaya langsung di kehidupan manusia,” katanya.

Selain siklus sebelas tahun, ada siklus 100 tahunan atau siklus Gleisberg, salah satu siklus panjang dari aktivitas matahari. Siklus ini menandai terjadinya penurunan aktivitas matahari sampai kondisi minimumnya. “Saat siklus minimum itu berlangsung, terjadilah pendinginan global,” ujar Dhani.
Dengan minimnya aktivitas matahari, kata Dhani, secara teoretis pancaran energinya yang diterima bumi juga menurun sehingga memicu pendinginan global, dan bumi mengalami “zaman es kecil”. Bumi pernah mengalaminya pada awal 1800-an. Saat itu, Sungai Thames di Inggris membeku.
Dhani mengatakan kemungkinan puncak siklus yang rendah ini membawa bumi kembali ke awal abad ke-19, saat aktivitas matahari rendah. “Apakah nanti pada siklus 25 aktivitas matahari akan lebih turun lagi, itu kita belum tahu. Kalau turun, berarti kita masuk ke pendinginan global lagi,” katanya.
Kondisi ini akan mendera daerah-daerah yang berada di lintang tinggi. Daerah yang berada di ekuator seperti Indonesia akan terpengaruh akibat ketidakseimbangan temperatur di belahan bumi utara dan selatan. “Walaupun tidak separah mereka,” kata Dhani
Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. "Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja," tegas Clara Yono.
Sistem teknologi yang terpengaruh, misalnya, rusaknya satelit sehingga mengganggu jaringan komunikasi. Dampak lainnya dari badai matahari ini juga dapat mengganggu medan magnet bumi. Seperti tahun 1989 saat badai matahari menyerang Kanada, jelas Clara, terjadi pemadaman listrik karena trafo di pusat jaringan listrik terbakar akibat arus yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Badai matahari ini dapat diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan, seperti mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari.
"Masyarakat jangan terpengaruh dengan film 2012 karena itu sains palsu," pesan Clara Yono. Lapan kini gencar melakukan sosialisasi soal fenomena cuaca antariksa 2012-2015 kepada masyarakat untuk meluruskan cerita-cerita miring terkait kiamat yang tidak jelas dasarnya.Isu kiamat tahun 2012 seperti yang digambarkan dalam film 2012 memang selama ini terus dikaitkan dengan sejumlah fenomena alam yang akan terjadi di bumi, di antaranya badai matahari ini.
sumber : tempointeraktif, kompas.com
sumber gambar : pakarfisika.wordpress.com, science.nasa.gov
Langganan:
Postingan (Atom)